.gradient { background: -webkit-gradient(linear, left top, left bottom, color-stop(0, #fafafa), color-stop(1, #f5f5f5)); } - See more at: http://www.seoterpadu.com/2015/01/7-cara-mempercantik-tampilan-blog.html#sthash.3B05lUGi.dpuf

Minggu, 01 Mei 2016

Mandi Belimau

             
 

Mandi Belimau adalah tradisi menyambut bulan Ramadhan oleh masyarakat Melayu khususnya masyarakat Bangka Belitung dan Riau. Tradisi mandi Belimau merupakan tradisi yang dilaksanakan turun-temurun hingga saat ini. Mandi Belimau artinya pencucian atau pensucian lahir dan batin menggunakan air limau. Di Bangka Belitung, tradisi mandi Belimau sudah ada sekitar 300 tahun yang lalu dan sempat berhenti.Namun, tradisi ini dijalankan lagi sejak 8 tahun yang lalu.

  Tradisi mandi Belimau dimulai dengan ziarah ke makam tokoh masyarakat atau ke pahlawan yang sangat dihormati.Selepas melakukan ziarah, masyarakat pergi ke tempat acara mandi Belimau.Tepat di panggung disiapkan air yang diisi dalam sebuah guci besar yang bertuliskan kalimat Arab.Air limau dibuat dengan beberapa bahan yang ditentukan oleh para kaum pandai dan kaum ulama terdahulu. Bahan-bahan untuk membuat air limau antara lain daun pandan wangi, daun serai wangi, mayang pinang, daun limau, daun soman, daun liman, daun mentimun, akar siak-siak, daun limau purut, dan buah limau purut.Bahan-bahan tersebut dipilih karena keharumannya. Keharuman bahan-bahan tersebut baik untuk penyambutan bulan Ramadhan dan pembersihan diri.

   Sebelum air limau disiram ke seluruh badan, masyarakat sering menguatkan niat dalam rangka menyambut dan menjalani kewajiban puasa nantinya.setelah air limau membasahai seluruh badan, tak usah dibilas dengan air biasa.Hal ini dimaksudkan agar keharuman menyatu dengan bada.Setelah mandi Belimau, sanak keluarga beserta tetangga bersalam-salaman, dan meminta maaf antara sesama.Hal ini yang dimaksudkan dengan mensucikan diri secara lahir dan batin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar