.gradient { background: -webkit-gradient(linear, left top, left bottom, color-stop(0, #fafafa), color-stop(1, #f5f5f5)); } - See more at: http://www.seoterpadu.com/2015/01/7-cara-mempercantik-tampilan-blog.html#sthash.3B05lUGi.dpuf

Senin, 02 Mei 2016

Idul Adha/Hari Raya Haji

   Setiap tanggal 10 Dzulhijjah dalam hitungan tahun Masehi setiap umat muslim di seluruh dunia merayakan Hari Raya Idul Adha. Banyak juga yang menyebutnya dengan Hari Raya Haji karena pada tanggal tersebut umat islam sedang melaksankan ibadah haji utama dengan wuquf di padang Arafah. 

pemotongan hewan kurban saat lebaran idul adha
https://www.youtube.com/watch?v=WMTJiE2MnJI

 
 
https://www.google.co.id/search?q=lebaran+haji+di+babel&espv=2&biw=1366&bih=623&source=lnms&tbm=isch&sa=X&sqi=2&ved=0ahUKEwjF3annsLvMAhWjq6YKHR7OBzUQ_AUIBygC#tbm=isch&q=lebaran+idul+adha+di+babel&imgdii=m8wPWky4uWlgRM%3A%3Bm8wPWky4uWlgRM%3A%3B6LbAv0RaeOgVuM%3A&imgrc=m8wPWky4uWlgRM%3A

Idul Fitri/Hari Raya Puasa

   Lebaran di Bangka Belitung ini agak ramai karena para pedagang sudah mengadakan persiapan untuk berjualan.Mungkin seluruh daerah yang mayortas masyaraktnya beragama islam dan merayakan hari raya idul Fitri menyediakan makanan khas hari raya KETUPAT dan LEPET begitu juga halnya masyarakat Bangka Belitung.hari raya dirasakan kurang lengkap jika tidak menyediakan ketupat yaitu beras yang dimasukkan wadah yang terbuat dari daun kelapa atau janur dirumahnya sebagai makanan pokok pengganti nasi.Lauk pauknya pun disesuaikan dengan hidangan ketupat opor ayan rendang daging,semur ditambah sambal asem. Biasanya gandengan ketupat adalah lepet, kalau lepet ini terbuat dari beras ketan yang bungkus daun kelapa(janur) kalau ketupat daun kelapa di anyam sedangkan lepet daun kelapanya hanya dilipat saja membungkus ketan lalu di ikat dengan daun jelutuk atau pandan hutan.
   Ketupat atau kupat adalah hidangan khas Asia Tenggara berbahan dasarberas yang dibungkus dengan selongsong terbuat dari anyaman daun kelapa(janur). memang sepertinya identik dengan lebaran karena memang pada saat lebaran bayak yang membuat ketupat. Sejak kapan keberadaan ketupan sebagai makanan khas lebaran pun hingga kini sulit di cari. Yang pasti tradisi ketupat ini bukan berasal dari budaya Arab atau budaya yang ada di jaman Rosulullah, ini adalah kebudayaan jawa.dan jika mungkin ada yang memaknai ini sebuah bid'ah wajar saja, mungkin karena tidak paham dengan maknanya dan memang tidak ada pada jaman Rosulullah.sedangkan di Bangka Belitung mulainya masyarakat mengkonsumsi ketupat sebagai makanan lebaran mungkin bermula dari penyebar agama Islam yang berasal dari tanah jawa.
Berawal dari Tradisi Wali Songo. Ketupat atau tradisi Jawa-nya kupatan bukan hanya sebuah tradisi Lebaran dengan menghidangkan ketupat, sejenis makanan atau beras yang dimasak dan dibungkus daun janur berbentuk prisma maupun segi empat. Sebab, kupatan memiliki makna dan filosofi yang mendalam.Dari sisi sejarah, tradisi kupatan berangkat dari upaya-upaya Walisongo memasukkan ajaran Islam. Karena zaman dulu orang Jawa selalu menggunakan simbol-simbol tertentu, akhirnya para Walisongo memanfaatkan cara tersebut. 
  Tradisi kupatan akhirnya menggunakan simbol janur atau daun kelapa muda berwarna kuning, Menurut H.J. de Graaf dalam Malay Annal, ketupat merupakan simbol perayaan hari raya Islam pada masa pemerintahan Demak yang dipimpin Raden Patah awal abad ke-15. De Graaf menduga kulit ketupat yang terbuat dari janur berfungsi untuk menunjukkan identitas budaya pesisiran yang ditumbuhi banyak pohon kelapa. Warna kuning pada janur dimaknai oleh de Graff sebagai upaya masyarakat pesisir Jawa untuk membedakan warna hijau dari Timur Tengah dan merah dari Asia Timur
Dari sisi bahasa, kupat berarti mengaku lepat atau mengakui kesalahan. Bertepatan dengan peristiwa Lebaran, kupat mengusung semangat saling memaafkan, semangat taubat pada Allah, dan sesama manusia. Dengan harapan, tidak akan lagi menodai dengan kesalahan di masa depan. ”Kupat dalam bahasa Arab adalah bentuk jamak dari kafi. Yakni, kuffat yang berarti sudah cukup harapan”. Dengan berpuasa satu bulan penuh di bulan Ramadan, lalu Lebaran 1 syawal, dan dilanjutkan dengan puasa sunnah enam hari syawal, maka orang-orang yang kuffat merasa cukup ibadahnya. Apalagi, berdasarkan hadis riwayat Imam Muslich bahwa ibadah tersebut sama dengan berpuasa satu tahun lamanya. Karena itulah, kuffat berarti orang-orang yang merasa cukup. Terlebih, ditambah lagi dengan tradisi silaturahim selama sepekan penuh pada kerabat dan masyarakat sekitar. Sehingga, tradisi kupatan benar-benar dirasa lengkap.
  Sedang dari sisi penyimbolan, dipilihnya janur karena janur biasa digunakan masyarakat Jawa dalam suasana suka cita. Umumnya, dipasang saat ada pesta pernikahan atau peristiwa menggembirakan lain. Janur dalam bahasa Arab berasal dari kata Jaa Nur atau telah datang cahaya. Sebuah harapan cahaya menuju rahmat Allah, sehingga terwujud negeri yang makmur dan penuh berkah. Sedang isinya, dipilih beras baik-baik yang dimasak jadi satu sehingga membentuk gumpalan beras yang sangat kempel. Ini pun memiliki makna tersendiri, yakni makna kebersamaan dan kemakmuran. Harapan para Wali Songo dulu, tradisi kupatan ini bukan sebuah formalitas, tapi menjadi semangat kebersamaan umat. Selain itu, biasanya kupatan dimaknai dengan potongan miring sebagai simbol perempuan. Potongan kupat miring tersebut lazim disandingkan dengan lepet berbahan beras ketan dengan bentuk lonjong sebagai simbol laki-laki. Artinya, pasangan suami istri juga harus selalu hidup rukun dan bersanding. Dalam perjalanan, para kiai dan ulama menjadikan tradisi kupatan untuk menyampaikan pesan persatuan dan silaturahim. Ajakan tersebut, tak perlu sulit-sulit dengan himbauan lisan, tapi cukup dengan simbol-simbol. Sehingga, ajaran agama menjadi tidak asing bagi umat. Dengan menggunakan simbol yang melekat di kehidupan sehari-hari, ajaran agama bukan lagi hal menakutkan. Karena alat perantaranya telah melekat dihati. Bagaimana dengan sandingan sayur kupat, apa mengandung makna tertentu juga? Tentu sayur pendamping kupat hanyalah selera lidah masyarakat, tidak ada makna khusus.
  Pada masyarakat selain Bangka belitung, setelah sholat Ied mungkin mereka melakukan aktivitas kegiatan seperti hari-hari biasanya. Masyarakat Bangka belitung, setelah sholat Ied, mereka biasanya melakukan kegiatan silaturahim ke sanak famili, saudara, tetangga dekat dan sekitar lingkungan mereka. Sehari setelah Hari Raya Idul Fitri atau lebaran, umumnya mereka melaksanakan puasa sunnah bulan Syawal. Puasa sunnah Syawal dilaksanakan sampai enam hari, setelah itu mereka mengadakan acara halal bihalal (ma’af mema’afkan) dan bersilaturahim dengan kerabat dekat maupun jauh.untuk menutup puasa Syawal dilakukan nganggung membawa makanan dari rumah ke masjid,setelah memanjatkan doa makanan disantap bersama, tidak hanya masyarakat desa tersebut banyak juga masyarakat dari desa lain.selain menyediakan ketupat lepet ada juga beberapa menyediakan dodol ketan.
       

Minggu, 01 Mei 2016

Selikur

 
https://www.google.co.id/search?noj=1&biw=1366&bih=623&tbm=isch&sa=1&q=7+likurr+di+bangka+belitung&oq=7+likurr+di+bangka+belitung&gs_l=img.3...40106.48014.0.49362.8.8.0.0.0.0.526.1410.0j5j5-1.6.0....0...1c.1.64.img..2.0.0.cnRYT7rYxOI#imgrc=jOtiD0pT7ipLnM%3A

Selikur adalah tradisi di Bangka Belitung pada saat satu minggu sebelum Hari Raya Idul Fitri. Selama satu minggu sampai malam Takbiran orang-orang di Bangka Belitung menghidupkan lampu minyak di depan rumah mereka. Biasanya pada hari pertama, lampu minyak yang dihidupkan satu buah, kemudian bertambah satu lagi pada hari keduanya. Begitu seterusnya sampai pada hari ketujuh atau malam takbiran lampu minyak yang dihidupkan sebanyak tujuh buah. Pada masa sekarang, sering sekali diadakan perlombaan kreasi lampu likur antar desa di Bangka Belitung. Ada yang dibentuk menyerupai masjiddan sebagainya, biasanya lampu likur hasil kreasi warga ini diletakkan di pintu gerbang desa masing-masing.
http://tsafitra.blogspot.co.id/2014/11/bangka-belitung-dan-kebudayaannya.html

Muharoman




1 Muharram 1431 H, menandakan pergantian tahun bagi seluruh umat Islam di seluruh dunia .
Setiap hari-hari besar keagamaan seperti 1 Muharram , Maulid Nabi , isro’ Mi’roj , Nuzul Qur’an , Idhul Adha , Idul Fitri,  selalu dirayakan dengan tradisi nganggung.

Waktu pelaksanaan nganggung biasanya bervariasi , tidak mutlak harus sama antara satu desa dengan desa yang lain , tergantung kesepakatan bersama antara penduduk desa masing-masing. Ada desa yang menyelenggarakan nganggung selepas maghrib , ada yang menyelenggarakannya jam 07.00 .Ada pula yang menyelenggarakan kegiatan ini jam 10.00 pagi , setelah paginya masyarakat bergotong royong membersihkan mesjid .Dan ada pula desa yang melakukan kegiatan nganggung ini pada jam 16.00 , setelah sholat ashar .

Tempat pelaksanaan nya pun berbeda-beda sesuai dengan sarana  yang tersedia . Ada yang menyelenggarakan tradisi ini di mesjid , di langgar , di  mushola ,  dan ada pula yang menyelenggarakannya  di rumah adat atau di balai adat .Biasanya acara dimulai dengan siraman rohani berupa pengajian dan ceramah keagamaan . Beberapa pengumuman penting pun dapat disampaikan di sini . Kemudian acara dilanjutkan dengan  do’a bersama . Setelah itu acara ditutup dengan makan bersama  sambil saling bersilaturrahim dengan Selain untuk menyambut dan merayakan hari-hari besar keagamaan , nganggung juga dilakukan untuk menyambut tamu kehormatan , seperti gubernur , bupati atau tamu kehormatan lainnya. Untuk menghormati tamu yang datang . biasanya masyarakat menyambut dan menjamu tamu secara bergotong royong yaitu dengan tradisi nganggung .Nganggung juga sering dilakukan sebagai ungkapan  turut berduka cita atas meninggalnya salah satu warga . Pada 7 hari setelah masa berkabung biasanya masyarakat juga melaksanakan ritual tahlilan yang diikuti dengan tradisi nganggung .


Isra' Mi'raj



Sebuah tradisi islam dalam memperingati peristiwa yang berharga. Peristiwa awal dalam perintah sholat 5 waktu yang kemudian menjadi kewajiban bagi setiap umat islam. Bagi umat islam, peristiwa ini juga dikenal sebagai peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram (Mekah) ke Masjidil Aqsa (Madinah) dan kemudian menuju ke Sidratul Muntaha di langit ke tujuh yang merupakan tempat tertinggi dengan menggunakan kendaraan yang bernama Buraq dalam waktu satu malam.
Pangkalpinang dengan mayoritas penduduk beragama Muslim melaksanakan peringatan Isra Mi’raj dengan membaca ayat-ayat suci Al Qur’an dan mendengarkan ceramah agama di masjid dan musholla.

Isra Mi’raj tidak hanya diperingati oleh masyarakat umum, namun anak-anak sekolah juga merayakannya. Mulai dari Taman Kanak-kanak sampai dengan Sekolah Menengah ke Atas (SMA) yang ada di Pangkalpinang dengan aneka kegiatan agamis seperti lomba adzan, lomba ceramah, lomba baca Al Qur’an dan pagelaran seni dan budaya Islam. Peristiwa Isra Mi’raj diperingati setiap tanggal 27 Rajab tahun Hijriyah.

Maulid Nabi Muhammad




Suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di beberapa daerah Pulau Bangka berlangsung meriah.
Tidak hanya sekadar acara di masjid, warga juga merayakan kelahiran Rasulullah dengan menyajikan makanan dan minuman di rumah layaknya suasana lebaran.
Desa-desa di Kace, Zed, Petaling, Kemuja dan Balunijuk biasa merayakan Maulid Nabi secara meriah. Makanan khas lebaran, jamak tersedia di meja tamu.
"Ini kearifan lokal, yang menumbuhkan rasa persaudaraan dengan saling mengunjungi, berbagi makanan," kata Madi, warga Desa Kace Kabupaten Bangka kepada Bangkapos.com, Kamis (24/12/2015).
Suasana lebaran ini menarik perhatian masyarakat luar desa tersebut. Ribuan orang memenuhi jalan di perkampungan, untuk ikut menikmati suasana lebaran.
Seperti yang terlihat di rumah Mang Dai warga Desa Kace. Di rumahnya tersedia kue-kue dan ketupat. Ada juga minuman ringan menggoda selera.
Maulid Nabi adalah hari kelahiran Nabi Muhammad SAW pada tanggal 12 Rabiul Awal dalam kalender Islam.
Bagi umat Islam, kelahiran Nabi Muhammad SAW sangat penting, yang menandai perubahan peradaban manusia di bumi.

Nganggung

   Nganggung merupakan tradisi yang sudah lama turun temurun di masyarakat Bangka Belitung yang biasanya dilakukan pada Hari Besar Islam seperti Maulid Nabi Muhammad SAW, Idul Fitri, Idul Adha dan hari besar Islam lainnya.
Dengan membawa makanan lengkap di atas dulang (talam) yang ditutup dengan tudung saji yang berisi makanan yang seperti kue, nasi beserta lauk-pauknya dan buah-buahan. Pada hari raya Idul Firi atau Idul Adha dulang juga diisi dengan hidangan ketupat. Acara Nganggung akan dimulai dengan mendengarkan nasehat dari pemuka agama, kemudian diikuti dengan dzikir bersama. Setelah dzikir pemuka agama akan memimpin masyarakat dengan doa, baru kemudian masyarakat menikmati hidangan yang telah dibawa.Menikmati hidangan tidak kaku dan monoton, Anda boleh menikmati semua hidangan yang ditutup dengan tudung saji gabungan warna merah, kuning dan hijau ini.
Tradisi Nganggung juga disebut dengan adat Sepintu Sedulang yang berarti tiap rumah membawa satu dulang. 
    Tradisi ini menunjukkan bahwa masyarakat Bangka Belitung semangat bergotong royong sebagai bukti memiliki tali persaudaraan yang erat sehingga momen ini lah yang menjadikan silaturahmi masyarakat tetap terjaga.Bagi Anda yang ingin melihat atau mengikuti tradisi Nganggung secara langsung, Anda harus berkunjung atau mengikuti tou Bangka Belitung di waktu yang tepat di Hari Besar Islam seperti Idul Fitri atau hari-hari besar kegamaan lainnya.
Tidak hanya di pedesaan, tradisi ini dilakukan juga di perkotaan seperti Kota Pangkal Pinang dan Kota Sungailiat.Anda bisa mengunjungi masjid-masjid yang terdapat di pinggir jalan raya kota dan tidak lupa mengabadikan dengan kamera tradisi unik .